Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) telah memerintahkan empat astronot misi Crew-12 yang tengah berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk bersiap menghadapi kemungkinan evakuasi darurat. Perintah itu dikeluarkan pada Jumat, 5 Juni 2026, setelah terdeteksi peningkatan signifikan pada kebocoran udara di modul Zvezda milik Rusia. Para kru diinstruksikan untuk berlindung di dalam kapsul Crew Dragon dan mengenakan pakaian antariksa mereka. Langkah ini diambil jika kebocoran memburuk hingga memerlukan retret segera dari laboratorium orbital tersebut.
Peningkatan Laju Kebocoran Udara Picu Kewaspadaan
Kebocoran yang sebelumnya dianggap kecil dalam beberapa bulan terakhir tiba-tiba memburuk pada Senin, 1 Juni 2026. Menurut seorang pejabat tinggi NASA yang berbicara dengan syarat anonim, laju kehilangan udara meningkat dari sekitar 0,45 kilogram per hari menjadi sekitar 0,9 kilogram per hari. Pada Senin pukul 09.04 waktu Pantai Timur AS, pusat kendali NASA telah memerintahkan para astronot untuk memasuki Crew Dragon dan bersiap evakuasi. Perintah itu terus dipertahankan dan diperkuat pada hari-hari berikutnya.
Roscosmos Deteksi Dua Titik Kebocoran di Modul Zvezda
Badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengonfirmasi bahwa mereka mendeteksi dua titik kebocoran pada modul Zvezda yang merupakan bagian dari segmen Rusia di ISS. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat, Roscosmos menyebutkan titik kebocoran pertama telah diperbaiki dengan mengaplikasikan senyawa kedap udara. Sementara itu, kebocoran kedua yang berada di bagian kerucut kompartemen transisi modul tersebut masih dalam proses penyegelan. Meskipun kebocoran memburuk, pihak Roscosmos menegaskan situasi belum mengancam keselamatan kru dan tekanan di dalam stasiun tetap stabil.
Kru Crew-12 Hidup dalam Status Waspada Penuh
Crew-12 merupakan misi rotasi awak ke-12 yang dioperasikan SpaceX untuk ISS di bawah Program Awak Komersial NASA. Diluncurkan pada Februari 2026, misi ini direncanakan berlangsung sekitar sembilan bulan di luar angkasa. Keempat awaknya adalah astronot Amerika Jessica Meir dan Jack Hathaway, astronot Prancis Sophie Adenot dari Badan Antariksa Eropa, serta kosmonot Rusia Andrey Fedyaev dari Roscosmos. Merekalah yang menerima peringatan evakuasi dan kini berlindung di dalam kapsul Crew Dragon yang berfungsi sebagai kendaraan penyelamat.
Peran Kapsul Crew Dragon sebagai Sekoci Orbital
Sebagai langkah preventif, para astronot diarahkan untuk mengenakan pakaian antariksa dan tetap berada di dekat kapsul Crew Dragon yang masih terhubung dengan stasiun. Wahana antariksa buatan SpaceX ini merupakan kendaraan utama NASA untuk mengangkut kru sekaligus berfungsi sebagai sekoci darurat. Dirancang dengan tingkat otomatisasi tinggi, kapsul ini mampu membawa hingga tujuh orang serta melakukan penempelan dan kembali ke Bumi secara mandiri. Jika diperlukan, Crew Dragon dapat melepas diri dengan cepat dan membawa kru pulang ke Bumi.
ISS mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 400 kilometer dan merupakan struktur terbesar yang pernah dibangun manusia di luar angkasa. Stasiun ini telah dihuni terus-menerus sejak tahun 2000 dan merupakan hasil kemitraan internasional yang melibatkan Amerika Serikat, Rusia, Kanada, Jepang, dan negara-negara Eropa. Modul Zvezda, tempat kebocoran terdeteksi, merupakan struktur fundamental dari kompleks yang ukurannya sebanding dengan lapangan sepak bola. Stasiun ini menyelesaikan sekitar 16 putaran mengelilingi Bumi setiap harinya dan mampu menampung hingga tujuh kru dalam misi jangka panjang.
