Kecelakaan pesawat Beechcraft 58 di Marília, São Paulo, pada Rabu (10) menewaskan dua orang dan meninggalkan satu korban dalam kondisi kritis setelah pesawat jatuh hanya satu kilometer dari Bandara Frank Miloye Milenkovich. Bimotor tersebut lepas landas pukul 11.13 waktu setempat, mencapai ketinggian 5.000 kaki (1.524 meter), lalu terhempas setelah sekitar 36 menit penerbangan. Reruntuhan pesawat jatuh di lapangan sepak bola Asosiasi Atletik Banco do Brasil (AABB), yang berbatasan langsung dengan bandara. Momen kepanikan terekam dalam video oleh pengunjung klub yang berada di lokasi saat kejadian.
- Sebuah pesawat bimotor jatuh di Marília pada Rabu (10), menewaskan dua orang dan menyebabkan satu korban luka parah.
- Pesawat lepas landas pukul 11.13, naik hingga 1.524 meter, lalu jatuh setelah terbang sekitar 36 menit, hanya satu kilometer dari bandara.
- Kedua pilot, Gabriel Maloni Mendes da Cruz (24 tahun) dan Henrique Guariente Filho (47 tahun), tewas terbakar dalam kecelakaan itu.
- Penumpang ketiga, Pablo Portella Ilwoski (28 tahun), dievakuasi dalam kondisi kritis. Cenipa menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat.
Kronologi Penerbangan dan Lokasi Jatuh
Data dari platform pemantau lalu lintas udara FlightRadar menunjukkan pesawat lepas landas dari Bandara Marília pukul 11.13. Selama penerbangan, pesawat menempuh jalur melingkar di wilayah tersebut dan melintasi kota Campos Novos Paulista. Rencana penerbangan, menurut operator Rede Voa, memperkirakan pesawat akan kembali ke terminal Marília.
Seorang pengguna media sosial melaporkan bahwa sebuah pesawat monomotor jatuh di Marília dan diduga sedang dalam uji coba. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai korban pada saat laporan tersebut.
Data Penerbangan dari FlightRadar
Posisi terakhir yang tercatat oleh sistem menunjukkan pesawat berada pada ketinggian sekitar 610 meter (2.000 kaki) pukul 11.49, sesaat sebelum jatuh. Bimotor kemudian menghantam lapangan AABB, tempat kecelakaan terjadi. Video yang direkam pengunjung klub memperlihatkan momen kepanikan setelah pesawat jatuh.
Catatan FlightRadar juga mengonfirmasi bahwa pesawat hanya berjarak satu kilometer dari bandara saat kecelakaan terjadi. Hal ini mengindikasikan bahwa tragedi berlangsung pada fase akhir penerbangan, ketika pesawat bersiap mendarat. Ketinggian 610 meter beberapa saat sebelumnya menunjukkan bahwa pesawat sedang dalam penurunan. Penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui.
Identitas Korban dan Upaya Penyelamatan
Dua korban tewas telah diidentifikasi sebagai Gabriel Maloni Mendes da Cruz, 24 tahun, dan Henrique Guariente Filho, 47 tahun. Keduanya adalah pilot, namun Gabriel yang mengendalikan pesawat saat kecelakaan. Jasad mereka ditemukan dalam kondisi hangus terbakar. Gabriel berasal dari Jales, São Paulo, dan bekerja sebagai pilot untuk Grupo Ponzan Alimentos.
Penumpang ketiga, Pablo Portella Ilwoski, 28 tahun, juga seorang pilot, berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup oleh staf klub sebelum petugas Pemadam Kebakaran tiba. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Marília, di mana ia masih dirawat dalam kondisi kritis hingga pembaruan terakhir laporan ini.
Tanggapan Perusahaan dan Investigasi Cenipa
Grupo Ponzan Alimentos, pemilik pesawat, merilis pernyataan resmi yang menyatakan duka mendalam atas kematian Gabriel Maloni. Perusahaan mengonfirmasi bahwa pesawat yang terlibat adalah miliknya dan telah memberikan dukungan penuh kepada keluarga. Pernyataan tersebut juga menyampaikan solidaritas kepada keluarga Henrique Guariente dan Pablo Portella. "Di saat duka yang sangat mendalam ini, seluruh keluarga Grupo Ponzan turut berduka cita bersama keluarga, sahabat, dan rekan kerja Gabriel," demikian bunyi pernyataan tersebut. Perusahaan menambahkan bahwa mereka memantau perkembangan investigasi dan bekerja sama dengan pihak berwenang.
Pesawat yang mengalami kecelakaan adalah Beechcraft 58 bimotor buatan tahun 1985 dengan nomor registrasi PT-MDB. Menurut catatan resmi, status kelayakan terbang pesawat tersebut dinyatakan teratur. Pesawat ini mampu mengangkut hingga enam orang. Grupo Ponzan Alimentos adalah perusahaan industri bumbu, saus, tepung, dan makanan kaleng.
Pusat Investigasi dan Pencegahan Kecelakaan Penerbangan (Cenipa) telah dipanggil untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat. Hingga saat ini, alasan kecelakaan masih belum diketahui. Perusahaan menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dalam investigasi. Tim Pemadam Kebakaran bertugas memadamkan api dan mengevakuasi korban.
