Brasil dan Marrocos akan saling berhadapan di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada 13 Juni 2026, dalam laga pembuka Grup C Piala Dunia FIFA 2026. Pertandingan ini mempertemukan tim paling sukses dalam sejarah turnamen—pemegang lima gelar—dengan skuad Afrika yang mengejutkan dunia dengan lolos ke semifinal pada 2022. Bagi Brasil, ini adalah langkah awal untuk merebut gelar ke-6, sementara Marrocos ingin membuktikan bahwa pencapaian di Qatar bukanlah kebetulan, melainkan awal dari sebuah kekuatan baru internasional.
Pertarungan Tradisi dan Kebangkitan di Grup C
Berikut adalah informasi resmi pertandingan:
| Kompetisi | Piala Dunia FIFA 2026 |
|---|---|
| Fase | Grup C |
| Pertandingan | Brasil vs Marrocos |
| Tanggal | 13 Juni 2026 |
| Lokasi | MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat |
| Kapasitas | 82.500 penonton |
| Tanggal | Kompetisi | Hasil |
|---|---|---|
| 09/10/1997 | Pertandingan Persahabatan Internasional | Brasil 2 x 0 Marrocos |
| 16/06/1998 | Piala Dunia | Brasil 3 x 0 Marrocos |
| 25/03/2023 | Pertandingan Persahabatan Internasional | Marrocos 2 x 1 Brasil |
Apa rekor pertemuan Brasil vs Marrocos?
- Pertandingan: 3
- Kemenangan Brasil: 2
- Kemenangan Marrocos: 1
- Hasil imbang: 0
- Gol Brasil: 6
- Gol Marrocos: 2
Pertemuan yang paling diingat terjadi di Piala Dunia 1998 di Prancis, ketika Brasil menang 3–0 dengan gol dari Ronaldo, Rivaldo, dan Bebeto. Hasil itu memastikan kelolosan Brasil ke fase berikutnya. Tim Brasil saat itu diperkuat oleh Ronaldo Fenômeno, Rivaldo, Roberto Carlos, Cafu, dan Bebeto.
Bagaimana Marrocos membalas pada 2023?
Pada Maret 2023, Marrocos meraih kemenangan pertama mereka atas Brasil dalam pertandingan persahabatan di Tangier, dengan skor 2–1. Boufal dan Sabiri mencetak gol untuk tuan rumah, sementara Casemiro memperkecil kedudukan. Hasil ini mendapat perhatian luas karena terjadi tak lama setelah kampanye bersejarah Marrocos di Qatar 2022.
Brasil: Kekuatan Abadi dan Target Heksa
Brasil adalah tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia, seperti ditunjukkan dalam tabel:
| Indikator | Brasil |
|---|---|
| Gelar Dunia | 5 |
| Partisipasi di Piala Dunia | 22 |
| Final yang dimainkan | 8 |
| Gelar terakhir | 2002 |
Marrocos: Kekuatan Baru Afrika yang Mendunia
Marrocos memasuki Piala Dunia 2026 dengan reputasi yang diperoleh di Qatar 2022. Saat itu, Singa Atlas menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Dalam perjalanan itu, mereka menyingkirkan tim-tim tradisional seperti Spanyol dan Portugal, serta bermain imbang dengan Kroasia sebelum dikalahkan Prancis.
| Indikator | Marrocos |
|---|---|
| Partisipasi di Piala Dunia | 7 |
| Hasil terbaik | Peringkat 4 (2022) |
| Gelar Afrika | 1 |
| Peringkat FIFA | Di antara yang terbaik di dunia |
Siapa pemain paling berharga di Brasil?
Vinícius Júnior dianggap sebagai nama utama skuad Brasil, dengan nilai €150 juta (sekitar Rp3,10 triliun). Ia bermain sebagai penyerang untuk Real Madrid. Raphinha, yang cepat dan terampil, menjadi bagian penting dari sistem ofensif. Casemiro memberikan pengalaman dan keseimbangan di lini tengah. Endrick dipandang sebagai salah satu prospek terbesar dunia dan calon bintang masa depan.
Siapa pemain kunci Marrocos?
Achraf Hakimi, bek kanan Paris Saint-Germain, adalah pemain termahal Marrocos dengan nilai €80 juta (sekitar Rp1,65 triliun). Yassine Bounou (Bono) menjadi pahlawan kampanye 2022 dan dihormati sebagai kiper internasional. Sofyan Amrabat menjaga keseimbangan pertahanan, sementara Brahim Díaz adalah senjata kreatif di lini depan.
Perbandingan Skuad dan Modal Kedua Tim
| Indikator | Brasil | Marrocos |
|---|---|---|
| Nilai Pasar | €912 juta (sekitar Rp18,85 triliun) | €488 juta (sekitar Rp10,08 triliun) |
| Rata-rata Usia | 29,2 tahun | 26,4 tahun |
| Pemain Termahal | Vinícius Jr | Hakimi |
Bagaimana Brasil tiba dengan pelatih Carlo Ancelotti?
Brasil berada di bawah asuhan Carlo Ancelotti, salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola. Pelatih Italia itu mendapat tugas mengembalikan Brasil ke puncak dunia setelah lebih dari dua dekade tanpa gelar Piala Dunia.
Bagaimana Marrocos mempertahankan basis 2022?
Marrocos mempertahankan sebagian besar inti tim yang membawa mereka ke semifinal 2022. Kesinambungan proyek dianggap sebagai salah satu kekuatan utama tim.
Apa faktor yang mendukung favoritisme Brasil?
- Juara terbanyak sepanjang sejarah.
- Serangan terbaik di antara tim Amerika Selatan di Kualifikasi.
- Skuad termahal.
- Pengalaman terbanyak di Piala Dunia.
- Kedalaman skuad yang unggul.
Apa faktor yang memperkuat kepercayaan Marrocos?
- Tim Afrika pertama yang mencapai semifinal.
- Sistem pertahanan yang sangat kokoh.
- Pemain bermain di klub-klub elit Eropa.
- Basis tim dipertahankan sejak 2022.
- Kemenangan atas Brasil pada 2023.
Dampak Global dan Skenario Grup C
Laga ini menarik perhatian di seluruh benua. Di Brasil, jutaan penggemar mengikuti perburuan gelar keenam. Di Marrocos, pertandingan ini dipandang sebagai peluang untuk mengukuhkan diri sebagai kekuatan regional. Komunitas Arab, Afrika, dan Eropa juga mengamati kinerja Singa Atlas, yang menjadi simbol pertumbuhan sepak bola Afrika. Kemenangan Brasil bisa memudahkan jalan menuju puncak grup dan babak 16 besar. Sebaliknya, kemenangan Marrocos akan meningkatkan peluang mereka menjadi juara grup. Para ahli menilai pertandingan ini sebagai yang terpenting di fase grup bagi kedua tim.
Pertanyaan Umum tentang Brasil vs Marrocos
Bagaimana sejarah pertemuan Brasil dan Marrocos?
Brasil dan Marrocos telah bertemu tiga kali, dengan dua kemenangan Brasil dan satu kemenangan Marrocos. Brasil mencetak 6 gol, Marrocos 2 gol. Pertemuan terakhir pada 2023 berakhir dengan kemenangan Marrocos 2–1.
Di mana pertandingan Brasil vs Marrocos di Copa 2026?
Pertandingan akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, dengan kapasitas 82.500 penonton.
Berapa banyak Piala Dunia yang telah dimenangkan Brasil?
Brasil adalah juara dunia terbanyak, dengan 5 gelar (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002).
Siapa pemain termahal Marrocos?
Bek kanan Achraf Hakimi dari Paris Saint-Germain adalah pemain termahal Marrocos, dengan nilai €80 juta (sekitar Rp1,65 triliun).



