Nintendo Direct Juni 2026 yang digelar Selasa lalu menjadi panggung bagi dilema strategis perusahaan. Di satu sisi, Nintendo masih setia pada akar nostalgia melalui judul seperti Rhythm Heaven Groove dan Ocarina of Time remake. Di sisi lain, Switch 2 yang kini berusia sekitar satu tahun menawarkan kekuatan grafis setara konsol Microsoft dan Sony. Namun, presentasi ini justru memperlihatkan ketidakseimbangan yang mencolok: port lama mendominasi, sementara game eksklusif anyar nyaris tak terlihat.
Dua Wajah dalam Satu Konsol
Untuk pertama kalinya sejak era GameCube, Nintendo mampu menyaingi pesaingnya dalam hal kekuatan grafis berkat arsitektur Switch 2. Namun, lompatan teknologi ini justru menciptakan situasi yang janggal. Pengembang perlahan-lahan memindahkan judul lama ke platform baru, menghasilkan kesan hand-me-down—bukan gebrakan segar. Stellar Blade, Dragon's Dogma 2, Lies of P, dan Devil May Cry 5 telah tersedia di sistem lain selama bertahun-tahun. Penampilan mereka di panggung Nintendo Direct membuat perangkat keras ini terasa langsung usang.
Efek Port Lama dan Kebutuhan Eksklusif
Untuk mengatasi persepsi tersebut, Nintendo seharusnya mengedepankan franchise internal sebagai mesin penjual utama. Sayangnya, langkah itu belum terlaksana secara memadai dalam presentasi ini. Meskipun pengumuman Kingdom Hearts 4, Xenoblade Genesis, dan Ocarina of Time remake memicu kegembiraan, perusahaan masih harus berbuat lebih banyak untuk mendorong penjualan Switch 2. Situasi ini semakin pelik dengan adanya kelangkaan memori yang membuat harga perangkat keras lama melonjak. Tanpa jajaran game eksklusif yang wajib dimiliki, meyakinkan konsumen untuk berinvestasi pada konsol baru menjadi jauh lebih sulit.
Daftar Game yang Diperkenalkan
Berikut adalah judul-judul yang mendapatkan trailer selama acara tersebut:
- Rhythm Heaven Groove
- Onimusha: Way of the Sword
- Dragon's Dogma 2: Dark Arisen
- Stellar Blade
- Orbitals
- Rayman Legends Retold
- Big Walk
- One Piece: Grand Gourmet
- Pokemon Pokopia Expansion Pass
- Fire Emblem: Fortune's Weave
- Ninjala 2: The Uncharted Planet
- Lords of the Fallen 2
- Lies of P: Complete Edition
- Devil May Cry 5: Devil Hunter Edition
- Muramasa: Revenant Blades
- Xenoblade Chronicles 1, 2 and 3: Switch 2 Editions
- Xenoblade Genesis
- Nintendo Switch Sports Resort
- Runescape: Dragonwilds
- Hello Kitty Party Land
- Final Fantasy Resonance
- Pikuniku 2
- Dragon Quest Monsters: The Withered World
- The Duskbloods
- Splatoon Raiders
- Deltarune Chapter 5
- Metaphor: ReFantazio
- Minecraft
- Partner Highlight Sizzle Reel
- Kingdom Hearts Collection
- Kingdom Hearts 4
- The Legend of Zelda: Ocarina of Time
Daftar ekstensif ini menunjukkan banyaknya konten yang akan hadir di Switch 2, namun campuran port lama dan sedikit judul internal baru meninggalkan pertanyaan strategis yang belum terjawab.
Strategi yang Masih Cair
Presentasi ini menyoroti sebuah perusahaan yang masih merumuskan proposisi penjualan untuk era Switch 2. Kekuatan perangkat keras bukan lagi pembeda—ia kini menjadi standar. Tanpa aliran game eksklusif yang stabil, konsol berisiko dipersepsikan sebagai perangkat catch-up, bukan destinasi inovasi. Nintendo perlu menghentikan kebiasaan mengingatkan publik bahwa ia hanya menyusul Microsoft dan Sony dalam dukungan pihak ketiga.
Tekanan Waktu dan Kelangkaan
Membangun basis pengguna yang besar menjadi kritis saat ini, dan tujuan itu tidak akan tercapai dengan port berusia tiga tahun yang dijalankan dengan grafis sedikit kurang impresif dibandingkan platform lain—dan dijual dengan harga penuh. Kelangkaan memori dan kenaikan harga menambah urgensi pada tantangan pesan ini. Sebaliknya, pesan Nintendo harus menjanjikan bahwa setiap pembeli Switch 2 akan mendapatkan akses ke harta karun game orisinal tanpa kehilangan judul AAA andalan lainnya.
